Senin, 20 Mei 2013

FIKSI YUMMY



Bagi kamu penikmat fiksi seperti cerpen atau novel sudah pasti senang dengan dunianya, dunia tulis namun tanpa batas, tak ada batasan dalam fiksi bahkan hal yang diluar logika sekalipun. Pernah baca novel  5 cm? Atau laskar pelangi? Cerpen  Ketika Mas Gagah pergi atau Cendela Rara? Novel dan cerpen yang saya sebutkan diatas masing-amsing memiliki alur cerita, tokoh dan segmentasi cerita yang berbeda.
 
Novel 5 cm misalnya berkisah tentang sahabat yang bersahabat sejak sms. Dengan karakter yang berbeda namun tetep menyatu sebagai sahabat yang solid, Bertemu setiap hari tanpa putus selama 10 tahun. Hingga akhirnya munculah ide untuk bersama menaklukkan semeru sebagai gebrakan yang berbeda dari cara persahabatan mereka menikmati hidup. Laskar pelangi, semua pasti sudah kenal dengan Ikal, Bu Muslimah, Lintang, SD Muhammadiyah Gantong. Sudah pernah baca novelnya kan?


Nah dua novel tersebut meskipun sama-sama berkisah tentang persahabatan namun setting tempat yang diangkat berbeda, alur berbeda, tokoh berbeda, segmentasi berbeda. Namun keduanya sama-sama meledak. Penjualanmencapai satu juta copy dalam satu tahun padahal seperti yang kita tahu Andrea Hirata  dan Dhony Dirgantoro adalah pendatang baru di dunia literasi Indonesia.  Tapi kok bisa ya mereka meledak dahsyat.


Karena mereka meracik bumbu yang tepat untuk novel mereka.  Bumbu ya bumbu. Seperti halnya masakan. Jika bumbu yang diraciknya pas maka rasanyanya pun enak. Tak hanya bumbu saja, mereka juga berhasil membuat hidangan yang berbeda dari orang kebanyakan.

 Ibarat seorang ibu yang memasak bekal untuk anaknya. Jika kebanyakan ibu membawakan bekal  ayam goreng dengan potongan sayur, maka ia menyulap ayam dan sayur itu dalam bentuk yang berbeda.Ayam dan sayur itu dihancurkan, dicampur jadi satu, diberi tepung, dikukus lalu dicetak dalam cetakan bentuk binatang, bunga, bulan. Eits ini bukan resep lho ya. Coba bedakan ayam goreng denagan potongan sayur dan ayam dan sayur dalam bentuk-bentuk itu, mana yang menarik mata untuk melirik? Mana yang menggiyur lidah untuk memakannya? Mana yang paling yummy?

Begitu juga dengan dua novel itu. Sebelumnya dunia perbukuan Indonesia diramaikan oleh cinta. Mulai dari Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih sampai Cinta Suci Zahrana. Nah, gara-gara  Ayat-ayat cinta yang meledak muncullah follower-nya. Ada Derap-Derap Cinta, Syair-syair Cinta. Stagnan semua bicara tentang cinta. Tak ada inovasi cerita. Rupanya tak hanya pemuda, penulis pun terjebak menjad follower hingga membuat karya yang mirip, hampir sama atau bahkan serupa dengan Ayat-Ayat Cinta. 5 cm dan Laskar Pelangi hadir sebagai pembeda. Mengobati kebosanan penikmat buku akan cinta. Jadilah buku itu dengan cepat dikenal, dicari, dibeli hingga kemudian difilmkan. Penonton filmnya pun antri mengular setiap harinya. Ruar biasa!!!

Pengen seperti mereka? Punya novel sendiri, diterbitkan, dimintai tanda tangan lalu novel itu difilmkan. Menembus 2,1 juta  habis dalam dua minggu, Wow. Bukan nama mereka tapi namamu yang ada di buku itu. Gampang kok, menulislah. Menulislah sekarang juga. Menulislah dan istiqomahlah. Pilih bumbu yang tepat dan cara penyajian yang berbeda. Dijamin deh, semua pembaca akan melirik bukumumu. Jika sekarang lagi ramai novel tentang kisah hidup dan masih tentang cinta, maka buatlah yang berbeda,  science fiction misalnya.

Satu hal lagi, apa yang membuatmu tertarik makan ayam dengan berbagai bentuk tadi? Tampilannya, penyajianya? Nah, buat penyajian  berbeda pula pada karyamu. Dimana? Di judulnya. Karena judul itu sama dengan paras. Yang tak tertutup hijab dan terlihat. Dari judulnyalah pembaca tergerak mengambil bukumu di rak toko buku. Jangan sampai sama dengan buku lain ya. Ingat sebagai penulis pemula kita belum seterkenal Kang Abik atau Andrea Hirata yang jika baca nama penulisnya saja sudah ada yang tertarik membeli bukunya meski dengan judul yang itu-itu saja.

Baiklah, sederhananya  menulislah sekarang juga dan jadilah penulis yang berbeda. Siap? Dimasa depan nanti aku berharap melihat bukumu terpampang di toko buku yang biasa kukunjungi. Namamu tertulis disana sebagai penulis buku best seller of the year. Kita calon penulis hebat,  Yuk sama-sama belajar menjadi pribadi produktif. Wallahu’alam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar