Rabu, 19 Juni 2013

Curhat:Bagilah Dukamu Selesaikan Rapuhmu

Saya termasuk orang yang tidak bisa memendam permasalahan sendiri. Duduk diam lalu menangis, Tidak. Saya bukan tipe orang seperti itu. Tapi saya lebih suka berbagi duka dengan sesama. Begitu juga dengan mereka, bila ada yang memerlukan kuping saya untuk mendegar keluh kesahnya saya pun bersedia menjadi teman duka.

Nah bicara soal curhat nih. Tentu nggak sembarang orang bisa kita jadikan teman curhat. Karena nggak sembarang orang bisa menjaga cerita kita. Rahasia kita. Butuh orang yang benar-benar kita kenal dan percayai agar dia bisa menjaganya dan tentu saja bisa memberi solusi dari setiap problem kita.

So, Siapa nih yang kita jadikan teman curhat itu? Yang saya tulis disini bukan merupakan hasil riset hanya hasil pengalaman hidup dan pengalaman teman-teman yang pernah dikisahkan pada saya.  Mari kita mulai :

First, yang pertama dan utama. Yang punya duka dan bahagia kita. Allah!
Kisahkan masalahmu padanya di setiap sujud terakhir, selesai shalat atau di hening malam. Disaat semuanya sudah tidur. Tak ada yang mendengar keluhmu, tak ada yang mendengar isakmu. Hanya Allah. Ceritakan galaumumu pada Allah sebelum pada manusia.


Second, Orang tuamu. Orang tua yang dulu  begitu tahu tentang kita. Tiba-tiba setelah kamu dewasa perlahan kamu mulai menyembunyikan kisah-kisahmu. Tidak adil bukan? Mereka berhak tahu semua yang terjadi pada dirimu. Mereka juga berhak membantumu, Jangan takut dibilang anak mama atau anak ayah. Bilang aja? Kalau aku anak mama, emang masalah buat Loe!

Curhat ke orang tua sama sekali tidak membuatmu kehilangan kedewasaan atau kemandirian. Orang tua pernah muda lho, sedikit banyak mereka tahu duniamu. Nggak pengen membebani orang tua? Boleh saja. Ada hal yang tak perlu diceritakan, ada hal yang harus diceritakan. Jangan sampai nggak cerita sama sekali. Aktivis, cerdas juga dekat dengan orang tua kan keren, ya nggak?

Third, Sahabatmu. Siapakah yang bisa disebut sahabat itu? orang yang menegerti kamu seutuhnya. Yang selalu mengatakan apa yang sebenarnya tentang dirimu. Jika kamu benar ia berkata benar dan memujimu. Jika kamu salah ia akan menunjukkan arah yang benar padamu. Kalau perlu ia tak segan-segan memarahimu. Demi kebaikanmu.

Fourth, Problem solver. Siapa pun bisa, asalkan bisa membantumu. Menyelesaikan masalahmu. Tentu aja masalah yang tak selesai dengan hanya kata-kata penyembuh luka. Mereka yang punya keahlian khusus untuk itu. Example : Suatu hari ban sepedamu bocor. Nggak mungkin kan cuma datang ke sahabatmu terus cerita aja. Sepeda itu butuh tukang tambal ban. Ya samperin deh tu Pak tambal ban yang banyak di pinggir jalan. Kalau mau curhat panjang lebar sama Pak tambal ban, sambil nunggu ban selesai ditambal ya nggak papa. Siapa tahu jadi sodara.

Fifth, Diary. Bagi diary mania. Tulis aja masalahmu disana. Curhat dengan diary meskipun benda mati kadang-kadang efektif juga. Paling tidak ada sensasi plong dihatimu. Ada rekapan harimu disana. Jika hari berikutnya masalah-masalahmu belum selesai. Ada catatan. Jadi semuanya terselesaikan. Tak ada yang tertinggal.

At least, curhat adalah usaha untuk berbagi. Tak hanya duka tapi juga bahagia. Dengan siapapun kamu berbagi kisahmu. Hanya kamu yang tahu. Tanyakan pada hatimu. Yang paling mengerti dirimu dan pas dihatimu. Jangan lupa juga ya Allah tak pernah berhenti mendengarmu. Curhatlah  ke Allah dulu ya sebelum ke orang yang pas di hatimu itu.

Jangan suka memendam masalah sendirian ya, meskipun saya tahu tak semua orang bisa terbuka. Tapi please melalui tulisan ini saya mengajak siapapun kamu yang membaca tulisan ini untuk mulai belajar menjadi pribadi terbuka. Terbuka pada sesamaa untuk meringankan beban, duka dan menyembuhkan luka-luka.

Tak ada salahnya berbagi duka, karena setiap orang punya duka dan air mata yang membuat dia semakin dewasa nantinya. Kamu bukan malaikat yang punya sayap-sayap hingga bisa tetap membuatnya kuat melawan angin. Jangan pernah pura-pura kuat atau sok kuat. Saya yakin kamu juga pernah rapuh. Bagilah dukamu usaikan rapuhmu. Karena kamu tak sendiri.  ^_^

Rizza Nasir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar