Tiga hari ini, saya kedatangan tamu dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dia adik kelas saya tapi sebenarnya kami seusia. Dia memanggil saya Mbak Rizza dan saya memanggil namanya. Lia. Susah bagi saya memanggil Dek Lia, karena senyatanya kami seusia. Saya tak merasa lebih senior dari dia meskipun kakak tingkatnya. Saya juga tak merasa lebih dewasa sehingga harus memanggilnya "Dek" Bagi saya, memanggil namanya sudah cukup.
Setahun terakhir menjadi mahasiswa UIN Malang, saya dan Lia tinggal dalam satu kontrakan di daerah Joyoraharjo, ada 9 orang dalam satu rumah itu. Seiring waktu kami bersembilan benar-benar layaknya saudara. Dekat, akrab. Lia, Lala, Navis, Arum, Alak, Nada, Didi, dam Luluk.. Nama yang akan saya ingat sampai kapanpun.
Meski sudah setahun tidak bertemu ditambah lagi saya hijrah ke Yogyakarta, saya dan teman-teman tak hanya terpisah jarak. Komunikasi pun jadi jarang. Rasa-rasanya bisa berbalas sms, chatting atau komentar di status facebook sudah bahagia tersendiri. Obat kangen.







