Tampilkan postingan dengan label Puisi Rizza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Rizza. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Tuhan, Aku Terluka

Jika ini namanya luka Tuhan
Tolong beritahu aku bagaimana cara mengobatinya
Dimana aku harus beli obatnya
Perih, perih sekali

Tuhan, jika pada akhirnya aku harus bahagia
Tolong hapuskan luka ini dari hatiku
Hapuskan ceruk luka dari ingatanku
Aku tak lebih lama menahan luka ini

Sakit sekali, sakit, sakit!
Tolong aku Tuhan
Siapa lagi yang mendengarkan aku
Kecuali Engkau?

RIZZA NASIR

Selasa, 28 Januari 2014

Ada Harap

Ada harap dalam doa
Ada harap dalam cerita
Ada harap dalam tinta
Tuhan, aku berharap semua akan baik-baik saja
Tak ada lagi duka
Tak ada air mata
Hanya bahagia
Masih ada, harap

RIZZA NASIR

SEBUAH JAWABAN

Sebuah jawaban, kau beri aku jawaban sebelum aku bertanya
Kau beri aku yang ingin kutahu sebelum aku meminta
Apkah kau tahu segalanya?
Apakah kau sudah merasakan semuanya?
Tahu jalan pikiranku
Tahu isi hatiku
Mungkin
Kau beri aku sebuah jawaban
Dan aku tak akan pernah bertanya
Biarkan ia hilang begitu saja

RIZZA NASIR

Sabtu, 04 Januari 2014

Mozaik -Mozaik Luka

Aku baru sadar, ternyata ada luka
Ada luka, Ya, luka
Apa yang kau tahu tentang luka?
Apa? Goresan?
Tersayat?
Tersakiti?

Senin, 19 Agustus 2013

KEPALA DUA



Usiaku kepala dua kini
Angka satu tersemat manis dibelakang angka itu
Usiaku kepala dua kini
Lalu apa saja yang telah aku lakukan?
Sudahkah aku berarti?
Sudahkah aku dicari?
Usiaku kepala dua kini
Tak lagi remaja, sudah dewasa
Usiaku kepala dua kini
Aku bukan siapa-siapa. Aku bukan apa-apa

Rabu, 31 Juli 2013

Jangan Biarkan Aku Jatuh Cinta



Jangan biarkan aku jatuh cinta
Pada dia yang belum halal bagiku
Pada dia yang hanya mengajarkan rasa cemburu
Pada dia yang hanya ada dalam anganku

Jangan biarkan aku jatuh cinta
Jika dia bukan suamiku
Jika dia belum menikahiku
Jika ia tak berhak kucintai

Jangan biarkan aku jatuh cinta
Karena aku hanya akan tersiksa
Karena aku tak terbiasa
Karena aku tak tahu cinta itu apa dan bagaimana

Jangan biarkan aku jatuh cinta
Sebelum waktunya
Sebelum waktuku
Sebelum dia melamarku

Sabtu, 29 Juni 2013

Lagi,Cinta

Lagi, Cinta
Aku masih tak tahu kenapa mereka selalu menanyakannya
Kapankah aku punya cinta?
Kapankah aku akan mencinta?
Aku punya cinta
Meski aku tak tahu bagaimana wujudnya

Cinta dimata mereka dan mataku tentu tak sama
Sangat berbeda, seperti aku yang berbeda
Mereka mencinta lalu dicinta
Cinta dimataku tak semudah itu
Juga tak semudah dimata lelaki yang ingin mencintaiku

Harus Pintar

Aku harus pintar
Hanya dengan cara itu aku melukis senyummu
Dengan cara itu aku membanggakanmu
Maaf aku tak bisa membuatmu bangga dengan fisikku
Aku tak bisa memboncengmu kemana pun kau mau
Aku dan diriku telah banyak membuang air mata dan pundimu
Agar aku tetap hidup dan menikmati hidupku

Aku harus pintar itu yang selalu kau ucapkan
Agar aku tidak direndahkan
Agar aku dihormati
Agar aku bisa berkontribusi
Dengan segala yang kupunya kini
Kekuranganku.

Aku harus pintar
Agar aku bisa bersinar dan menyinari kehidupan
Aku harus pintar agar mereka yang ditakdirkan sama denganku
Memiliki harapan yang sama
Harapan untuk bahagia dan berbuat untuk dunia

Jumat, 28 Juni 2013

Ketika Kau Dan Aku Berbeda

Ketika keyakinan menjadi pilihan
Ketika Tuhanku dan Tuhanmu berbeda
Ketika dogma-dogma meraja Dan ketika Tuhan dipertanyakan
Aku masih di sini dengan jilbabku
Dan kau di sana dengan salib mungil di lehermu
Pilihanku dan pilihanmu berbeda
Keyakinanku dan keyakinanmu tak sama

Kamis, 27 Juni 2013

Pelukis Senyum

Aku masih disini di tempatku yang dulu
Kau masih ingat kan?
Aku juga tak lupa dengan tujuan keramatku
Aku hanya ingin menjadi teman, teman yang setia
Teman setia yang siap berbagi duka
Menutup luka dan menyepuh lara.

Aku tak ingin apa-apa
Aku tak ingin puji, cinta dan tawa
Aku tak punya apa-apa untuk kuberikan padamu
Aku hanyalah pelukis senyuman
Aku hanya ingin melukis senyuman
Dengan tinta kesabaran dan air keikhlasan
Akan kulukis senyum termanis yang belum pernah ada sebelumnya

Yang menatap duka dengan senyum, air mata dengan senyum
Lara pun masih tersenyum
Karena aku sudah bosan dengan air mata
Kau tak lihat jilbabku ini
Jilbab yang basah karena air mata yang kau alirkan di tepi pundakku
Tersenyumlah, karena senyummu menghapus dukaku
Karena senyummu aku pun tersenyum menatapmu

Segaris Cerita

Cerita-cerita
Cerita tentang duka, nestapa, cinta dan bahagia
Mungkin takdir telah menuliskan namaku dalam kubang cerita
Aku harus mendengar cerita, membaca cerita, menulis cerita
Cerita?
Bagaimakah seharusnya?
Aku tak tahu, di jalan manakah cerita itu akan berakhir
Aku juga tak tahu, bagaimana aku mengakhirinya
Cerita yang terus berkutat tentang cinta, sepi dan duka
Aku sudah muak dengan cerita macam itu
Aku ingin cerita yang baru, cerita lucu
Tapi aku bukan pembuat ceritanya
Jadi aku tak bisa mengakhirinya

Cerita-cerita
Tak seharusnya aku berjalan menjemputnya
Tak seharusnya aku menjauh darinya
Seharusnya aku berdiri di garis cerita
Ya, hanya berdiri
Memasang telinga dan menyiapkan senyum termanis yang kupunya
Aku lupa bahwa cerita ini bukan cerita biasa
Aku lupa bahwa setiap cerita punya rasa
Yang siap membantaiku kapan saja
 Segaris cerita, Ceritaku, ceritamu, cerita kita

Minggu, 23 Juni 2013

Tentang Dia

Aku belum pernah bertemu orang seperti dia
Kadang-kadang dia marah
Kadang-kadang genius
Kadang-kadang dia mengomel
Kadang dia membuatku tertawa
Kadang dia lebih keras kepala daripada anak-anak
Dan kadang dia menjadi teman tercinta

Apakah itu dia atau bukan
Aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata
Aku hanya tak tahu kenapa
Ketika dia menatapku, aku merasa cantik
Ketika dia tertawa, aku merasa seperti menari
Ketika dia marah, aku merasa memegangnya dalam pelukanku

Dan ketika dia mencintaiku
Mataku dipenuhi air mata
Dia telah membuatku sadar 
Bahwa aku dibuat untuknya dan dia dibuat untukku
Aku mencintainya
Bukan untuk sehari, sesaat tapi seluruh hidupku*

Tentang dia, yang saat ini belum kutahu namanya
Belum kulihat wajahnya
Belum kudengar suaranya
Tapi aku merasakan kekuatannya
Kekuatan cinta dari yang tercinta
Untuk tetap belajar mencintaimu
Dengan caraku

Nam to yara dekha?
Upse bahat pyar karte hon, ekten ki le, ekpal ki li nahi, zindagi par kii liye
Batha nahi kyu?
Kahin na kahin koi na koi, hamare ded banae kya hoga, hena?
Mera nam Rizza, apka?

* Do you know where i hear that? a sweet poem ever after i think, right?
Guess it please ^_^
,

Selasa, 18 Juni 2013

Mas...


Sejak aku mulai tahu tentang menikah
Aku ingin memanggilmu dengan Mas
Bukan Sayang, Cinta, atau apapun namanya
Aku hanya ingin memanggilmu Mas saja
Kau tahu kenapa?
Karena aku tak pernah punya Mas di hidupku.

Sejak teman-temanku mulai berencana untuk menikah
Aku ingin segera bertemu denganmu
Aku ingin segera merasakan jatuh cinta
Cinta yang hanya padamu saja
Lelaki yang kupanggil Mas

Selasa, 07 Mei 2013

Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
Sudahkah aku mencintaimu?
Ajari aku cinta
Cinta yang sebenar-benarnya cinta
Cinta yang dilandasi permadani ketulusan
Dibalut sutra keikhlasan
Tahukah kau, kini aku belajar
Belajar mengelola rasa
Belajar menjaga hati
Ruang hati ini
Kupersiapkan hanya untukmu
Kau pemegang kunci surgaku
Kau rahasia terbesar dalam hidupku
Kau ayah dari anak-anakku
Kau, apakah kita pernah bertemu?


Selasa, 16 April 2013

Hidanganmu

Asap yang terus mengepul diujng sana aku yang menyulutnya
Kutaruh sebongkah tembikar
Kutuang air dan kutunggu sampai ia bernyaynyi
Bunyi khas yang selalu kunanti sejak lama
Bunyi khas air jika menemui panasnya
Kini aku punya ruang itu
Ruang yang paling kurindu dari rumahku
Ruang yang selalu ramai kehidupan
Karena adanya ruang itu kita bisa menyambung hidup dengan makanan
Kini aku tak lagi merindu karena semua ada di depanku.
Aku dan dapurku
Aku akan belajar memasak untukmu
Makanlah olahanku, olahan yang kubuat dengan cinta
Akan kujalani hakikat hidupku
Melayanimu dengan seluruh jiwa dan ragaku
Aku belajar untuk menjadi istri, ibu dan koki terbaikmu




Sabtu, 08 Desember 2012

BICARA



Beritahu aku, apakah yang harus aku lakukan untuk membuatmu mencair?
Kau membatu, kaku dan bisu
Kau hanya terdiam, bagaimana bisa aku mengerti apa maumu
Katakanlah, aku tak akan marah
Kau selalu diam, seolah pita suaramu putus
Kau membisu seiring mimikmu yang kaku
Sudahi saja semua ini
Aku sudah bosan  diammu
Aku muak
Aku bicara  kau diam
Aku teriak kau membisu
Bicaralah aku rindu suaramu
Bicaralah, kau masih punya mulut kan?
Aku harap kau tak lupa bagaimana bahasa manusia


Selasa, 04 Desember 2012

Mimpi Malam

Hening. Tak ada satupun desah yang kudengar
Malam mengajarkanku ketulian. 
Malam memang selalu begini
Hening, sepi.
Malam aku suka
Hanya malam
Malam begini, aku masih begini
Bersama rajutan mimpi yang baru kupeluk di tidurku tadi
Mimpi-mimpi yang hanya bisa kutepati saat malam memuncak.
Malam begini
Kenapa tak pagi saja?
Kau masih ingin bertanya begitu kan?, aku tahu
Pagi penuh dengan kebisingan dan kepalsuan
Pagi dan seluruh siang tak memberikan ketenangan hanya kecemasan
Hanya malam,
Karena mimpiku memeluk bulan dan bercengkrama dengan bintang-bintang

Jumat, 23 November 2012

Lantunan

Lantunkan kata-kata itu
Aku mohon !!
Lantunkan walau sejenak
Biarkan lantunan itu menerobos telingaku

Lantunkan kata-kata itu
Karena dengannya air mataku terhenti
Sedihku menepi dan hampa kembali terisi
Biarkan kupejamkan mataku dan kunikmati suaramu

Lantunkam kata-kata itu
Agar yang terdiam tergerak
Yang pongah terperangah
Yang terhenti tak ragu untuk menepi


Lantunkan kata-kata itu
Untuk jiwaku, jiwamu dan jiwa yang senada dengan kita
Perdengarkanlah syahdunya
Laa Haula Wala Quwwata llla Billah

Lantunkan kata-kata itu
Agar tentram jiwaku
Sadarkan aku bahwa Tuhan membersamaiku
Tiap detik hidupku
 

Rabu, 25 April 2012

Masih (?)

Dalam lelapku, aku menjadi seorang putri dengan mahkota gemerlap
Dalam lamunku, aku masih terpaku
Ketika pintu hendak terbuka
Ketika cahayanya menyilaukan mata
Aku tetap mematung tanpa berkata
Seperti terbangun dari mimpi imaji
Apakah ini mutiara yang kau hadiahkan?
Apakah ini ujung dari doa-doa yang terurai?
Bila ini saatnya,
Biarkan aku berdiri dengan kaki yang kupunya
Biarkan aku melihatnya dengan retinaku
Sesuatu yang pernah sampai di telingaku
Sesuatu yang membuat tanya dalam hatiku
Aku masih bertanya,
Pada diriku
Pada hatiku
Pada diri yang terdiam di ujung tanya
Apakah aku siap merangkai bahtera
Apakah aku siap mengembangkan layar-layar
Agar debur ombak kalah oleh kuatku
Ikan-Ikan tertunduk malu
Dan rembulan tersenyum padaku
Dan bahteraku

Rabu, 04 April 2012

SASTRA

Sastra, apa itu?
Aku tak tahu apa sastra
Aku tak ahli dalam bahasa
Banyak yang bilang aku penyuka sastra
Tapi aku tak tahu apa sastra itu
Sastra, apakah ia seindah langit malam
Dengan kerlip bintang dan senyum bulan?
Sastra, apakah ia sesejuk udara pagi
Yang selalu kuhirup di jalan lenggang?
Sastra, apakah dingin seperti hujan
Dengan petir dan angin menyalak
Sastra,aku tak tahu
Sastra, apakah hanya untaian kata?
Atau cerita-cerita
Sastra, aku tak pernah tahu apa definisinya
Tapi aku menyukainya..