Jumat, 28 Maret 2014

TEAM TEACHING DAN PERPISAHAN



Hari Kesepuluh, Jum’at 7 Januari 2014
Hari ini aku, Navis dan Najib mengajar bahasa Inggris di kelas Farabi. Dengan materi filling blank box dengan speeling. Menggunakan lagu Happy Birthday sebagai pengantar.
Kami mulai dengan menanyakan pada siswa tanggal lahir mereka. Kebetulan ada satu siswa yang bernama Amesha dari Rusia yang akan berulang tahun pada 8 Maret besok. Karena besok sekolah libur, tentu saja teman teman Amesha tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung, jadilah hari ini kami bernyanyi bersama untuk Amesha. Dilengkapi dengan gambar tart  yang dibuat Navis di papan tulis. Yey, anak-anak berhasil masuk pada materi kami, semua antusias sekali. 

Karena mereka sudah mulai fokus, kami mulai menyuruh mereka membuka workbook halaman 27 untuk mengerjakan speelling. Memenggal lagu happy birthday sesuai suku katanya. Dan mereka bisa menyelesaikannya kurang dari sepuluh menit!

Anak-anak juga sangat antusias saat kami menyebut kata Indonesia. Ada beberapa anak Indonesia di kelas itu. Sayangnya mereka tak paham bahasa Indonesia, mereka hanya paham bahasa Melayu dan Inggris.

Seperti hari-hari sebelumnya kami sempat minder, bagaimana jika bahasa inggris kami belepotan saat mengajar dan mereka tak paham? Alhamdulillah, hari ini kepercayaan diriku besar sekali. Alhamdulillah mereka paham ucapku. Tak ada ucapan “What do you say Teacher?” Seperti hari sebelumnya, mereka tak paham apa yang kuucapkan, karena vocab yang kugunakan bukan yang seharusnya.


Hari ini adalah hari terakhirku di sekolah Adni, ada perasaan tak ingin hari ini cepat selesai. Tak ingin rombongan Pak Trio datang menjemput. Aku sudah terlanjur krasan menjadi guru disini. Aku terlanjur jatuh cinta pada anak-anak cerdas itu.


Inilah yang namanya hidup, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Semua awal pasti menemui akhirnya. Pak Trio, Pak Yahya dan Pak Zainuddin datang menjemput. Vandel penghargaan diserahkan dan tibalah saatnya pulang.

Aku teringat pesan Puan Maimunah saat makan siang Nasi Biryani sebelum mereka para penjemput datang. Puan Maimunah sangat senanng dengan kedatangan kami dari indonesia. Kami adalah mahasiswa PKL dari luar negeri pertama yamg mengunjungi sekolahnya. Hanya saja pihak sekolah merasa kurang dalam memberikan kami pelayanan. “Andai sebelumnya ada orientasi dari Indonesia” itu yang beliau katakan. Baik Bu, saya akan sampaikan itu di evaluasi nanti malam, batinku.

Aku dan Navis bercerita banyak hal dengan beliau, itulah yang mebuatku terkenang. Sosok yang keibuan, lembut dan cerdas. Andai aku bisa lebih lama disini Puan, aku akan banyak belajar darimu. Sayangnya, bapak dosen telah menjemputku. Sekali lagi, kami harus pulang.

Adni Islamic School. Terima kasih untuk kesempatan belajar dari kalian. Semoga kami yang calon guru ini bisa membangun sekolah sekualitas Adni atau minimal menjadi guru seperti guru-guru di Sekolah Adni. Guru yang cerdas, sabar namun sangat dekt dengan murid-muridnya. Teacher Rizza pamit.

Chow Kit, begini rasanya terpisah setelah menyayangi lingkungan baru? Sedih 
Hari Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar