Jumat, 17 Januari 2014

MY LETTERS : Untuk Calon Anak-anakku

Assalamualaikum Nak, tulisan ini ibu tulis saat ibu masih berusia dua puluh satu tahun, saat ibu masih belum bertemu dengan ayahmu. Menuliskan surat ini untukmu, jauh-jauh hari. Bahkan sebelum kau ada di rahimku. Sebagai motivasi ibu untuk menjagamu, mulai saat ini.

Suatu hari nanti, saat ibu melihat dua garis merah, saat ibu merasakan bahwa ibu dan ayahmu tak lagi hidup berdua, saat itulah ibumu ini benar-benar menjadi ibu. Dan ayahmu akan dipanggil dengan sebutan ayah. Nak, meski ibu tak tahu kapan saat-saat itu terjadi dihidupku.  Ibu punya mimpi untuk itu. Ibu berdoa agar Allah memberi kesempatan ibu untuk melahirkanmu, melihatmu dan dipanggil “ibu” olehmu.

Nak, meski itu masih dalam alam impian ibu tapi ibu sudah sangat merindukanmu. Tentu saja jika ibu merindukanmu, ibu harus bersiap diri untuk menjadi seorang istri baru kemudian ibu bisa menjadi ibumu. Ibu tahu, tak mudah menjadi seorang ibu. Tapi sejak ibu mulai punya mimpi memilikimu, ibu mulai bersiap diri, menjaga diri, menjaga tubuh ini agar menjadi tempat yang nyaman untukmu nanti.

Ibu menjaga setiap makanan yang ibu makan, karena gizi yang tersimpan akan menjadi investasi untuk mengandungmu nanti. Ibu belajar memasak berbagai menu, agar ayah dan kamu selalu betah di rumah bersama ibu. Ibu belajar bagaimana agar masakan itu tak tampak biasa saja tapi menggugah selera, anak-anak biasanya suka dengan bentuk makanan yang tak biasa. Ibu belajar.


Ibu juga membaca buku-buku tentang bagaimana menjadi ibu, meski sekarang ibu belum menikah dengan ayahmu, tapi ibu ingin mempersiapkan diri lebih awal. Agar nanti ibu bisa menyambutmu dengan bugar, siap dan kuat lahir dan batin. Ibu ingin memantaskan diri sehingga ibu benar-benar pantas menjadi ibumu.

Nak, tentu kau tahu ibumu ini tak seperti ibu teman-temanmu. Apakah kamu malu memiliki ibu sepertiku? Rasa yang kamu miliki itu wajar Nak, tak apa-apa. Untuk itulah ibu berusaha menutupinya dengan ibu terus berkarya. Ibu ingin menjadi wanita yang bisa berbuat banyak untuk masyarakat dan untuk pendidikan, karena ibu ingin orang lain tak memandang sebelah mata dirimu. Kamu akan dihargai sebagai anak ibu. Ibu janji, ibu akan berusaha lebih keras lagi.

Nak, kamu bisa melakukan semuanya yang tak bisa ibu lakukan. Berjalanlah terus di jalan Allah, belajarlah terus dengan rajin. Ibu tak ingin apa-apa darimu kecuali kesholehanmu. Ibu tak ingin kamu terpuruk. Kamu harus jadi anak-anak ibu yang kuat.

Setiap hari ibu berdoa, agar kelak jika kau lahir, ibu bisa merawatmu dengan tangan ibu sendiri. Ibu yang akan menggendongmu, memandikanmu, menggantikan popokmu. Tak ada lagi yang akan melarang ibu menggendong bayi, hanya karena mereka takut aku terjatuh bersama bayi yang kugendong. Ketika ibu telah melahirkanmu, tak akan ada lagi yang melarang,, karena kau anakku, Jika bukan aku yang merawat dan menggendongmu. Siapa lagi?

Ibu janji Nak, ibu akan berjalan hati-hati jika menggendongmu. Ibu janji ibu tak akan membiarkanmu terjatuh bersamaku. Akan kujaga kamu sekuat tenagaku. Nak, ayah yang pertama kali menggendongmu. Ayah yang akan membisikkan adzan di telingamu. Suara ayah, adalah suara pertama yang kamu dengar. Dia lelaki yang baik Nak, yang mencintai ibu dan ibu cintai. Yang menerima ibu dengan sepaket kekurangan yang kumiliki. Hormati dia, sama bahkan lebih dari kamu menghormatiku. Karena dia sangat mencintaimu sama sepertiku.

Nak, kamu memang tak pernah meminta lahir dari rahim siapa, tapi saat Allah memilihkan rahimku untuk mengandungmu, itu adalah hadiah dan amanah tak ternilai bagiku dan ayahmu. Ibu mencintai kini, bahkan sebelum benihmu ada. Ibu mencintaimu selamanya.

Anakku, banggakah kamu memiliki ibu sepertiku?  Saat ini, aku hanya ingin terus menmantaskan diriku, hingga ibu benar-benar pantas  menjadi ibumu, hingga kau bisa bangga memiliki ibu sepertiku. Hingga suatu saat nanti jika ada yang bertanya padamu

“Apakah itu ibumu?” Kau akan menjawab  “ Ya, itu ibuku, namanya Rizza Nasir”


Dari yang mencintaimu

Ibu Rizza Nasir


Allah.... izinkanlah aku merasakan menjadi seorang ibu. Ibu dari empat anak yang sholeh dan lucu. Amin ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar