Jumat, 13 September 2013

Kenapa Punya Blog?



Kenapa kamu punya blog Za?
Kalau ditanya begitu saya pasti akan jawa  biar eksis. Ya, biar eksis. Eksis menulis dan eksis menginspirasi. Percaya atau tidak, sejak memiliki blog sekitar dua tahun lalu. Intensitas menulis saya meningkat tajam, grafiknya terus naik. Setidaknya blog telah berhasil membawa saya benar-benar menjadi penulis


Raditya Dika dalam Kambing Jantan pernah mengatakan. Semua orang terkenal punya diary. Anne Frank, Hellen Keller, punya diary. Gue juga pengen punya diary. Untuk itulah gue melihara blog. Lo tahu kan apa itu blog?


Itu kata Raditya Dika tentang motif punya blog. Setiap orang tentu punya motif masing-masing. Blog, selain menjadi tempat menulis diary online juga sebagai wadah untuk marketing. Bagi mereka para marketer, keberadaan blog sangat membantu mengantarkan rupiah ke dompet, menghidupi anak istri. Blog juga sebagai ajang untuk mencari teman literasi. Teman yang memiliki hobi sama, misalnya menulis atau travelling. Dengan bertukar alamat blog, mereka bisa saling berbagi cerita, kota mana saja yang telah disinggahi dan pengalaman unik apa saja yang bisa dibagi.

Bagi bunda-bunda, selain sebagai sarana marketing, blog juga berubah menjadi wisata kuliner online. Mereka berbagi resep masakan kesukaan keluarga, tips-tips tentang perdapuran, harga-harga sembako dan lain-lain. Blog juga menjadi sarana berbagi tentang parenting. Bagaimana mendidik anak dan mengelola rumah tangga dengan baik.

Blog. Mau blogspot atau wordpress atau lainnya. Semuanya cocok bagi mereka yang ingin berbagi, memberi. Tak hanya bagi orang yang kita kenal tapi pada dunia. Hanya dibutuhkan koneksi internet dan kemauan untuk ketak-ketik di depan layar PC, maka kamu sudah bisa  berbagi.

Apa yang kamu bagikan? Tentunya yang membawa manfaat bagi banyak orang meskipun itu kisah pribadimu. Di awal saya sudah mengungkapkan kalau blog boleh jadi sebuah diary online. So, tak masalah menuliskan harimu jika memang kamu siap itu dibaca banyak orang. Ingat dibaca banyak orang! Jadi etika penulisan seperti tidak mengadung SARA juga perlu diperhatikan.

Bagi saya, blog itu ibarat rumah. Rumah dunia maya. Jadi, kita pun bebas mendesain rumah kita. Desainlah rumahmu, senyaman mungkin, seindah mungkin. Mau diberi bunga-bunga, foto-foto atau hiasan aneka warna? Silahkan.. eh ini rumah beneran ya, hehe.

Jangan lupa, beri data dirimu yang jelas. Biar blogmu itu bukan blog kaleng  (emangnya surat?) Jadi kalau sewaktu-waktu ada yang tertarik dengan tulisanmu, ingin berdiskusi lebih dalam tentang itu. Pembaca bisa menghubungimu. Termasuk jika tulisanmu itu bermasalah. Kamu copas tanpa menunjukkan sumber dan pemiliknya protes misalnya. Ya, meskipun kebebasan berekspresi sudah dicanangkan, kebebasan pers sudah diamini, tetap saja kita harus tanggung jawab pada apa yang kita tuliskan. Setiap sesuatu ada pertanggungjawabannya kan?

Kalau bisa jangan copast deh ya, buat tulisanmu sendiri, pikiranmu, hasil ketak-ketik jemarimu. Jika itu terpublish dan terbaca. Pasti puas banget deh rasanya. Percaya deh. Mau coba juga nge-blog?
Monggo… ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar