Selasa, 28 Januari 2014

Maaf, Aku Mencintainya

Sejak aku mulai mengenal dunia tulis menulis sekitar tahun 2007 aku berniat untuk serius menulis atau menjadi penulis. Saat itu aku  bergabung di ekstrakurikuler Pers Jurnalistik MAN 3 Kediri. Karena masih masa 'penjajakan' jadi aku hanya menulis saat ada tugas dari kakak kelas saja. Namanya tugas mingguan, aku pun juga jarang mengerjakan karena saat itu lebih tertarik untuk menjadi penyiar di radio sekolah. Tertarik bicara daripada menulis.

Mulai tergugah menulis kembali tahun 2010, awal menjadi mahasiswa dan tergabung di Forum Lingkar Pena Cabang Malang. Rasanya iri, melihat semua teman satu organisasi menulis. Dimuat di majalah ini, majalah itu. Menang lomba ini, lomba itu. Apalagi setelah diberi amanah baru 'merawat' FLP Ranting UIN Malang dan punya 'adik binaan'. Semakin terlecutlah untuk menulis dan menulis. Lebih banyak lagi. Jika aku saja tak mau menulis. Bagaimana dengan mereka?

Sebenarnya sudah sejak lama aku menjadi penulis diary, setiap malam sebelum tidur selalu tak pernah absen 'berbicara' lewat tulisan tangan itu. Apakah menjadi penulis diary itu menyenangkan? Ya, menyenangkan, karena semuanya 'terekam' dengan pasti. Motivasi juga terus terjaga. Hanya saja tulisan itu tak akan pernah terbaca. Mungkin terbaca, tetapi hanya untuk orang terdekatku saja.



Bagaimana agar tulisanku terbaca? Salah seorang teman menanyakan "Rizza, punya blog?" Deg! Ya, blog adalah jawabannya. Kuingat-ingat lagi cara membuat blog yang pernah diajarkan guru TIK dulu di sekolah dan jadilah ZONARIZZA ini. Jika dihitung, blog ini sudah hidup selama tiga tahun dan menyimpan dua ratus lebih catatan-catatanku. Awalnya memang malas menulis untuk memperbanyak posting. Sebulan sekali saja sudah sangat bagus.

Tahun 2014 ini, aku niatkan sebagai tahun "kebangkitanku" menulis. Giat menulis cepen, puisi dan sesekali belajar tentang resensi, artikel dan opini. Berusaha istiqomah menulis setiap pagi atau paling tidak satu tulisan sehari. Bagaimana agar terbaca banyak orang? Link tulisan terbaru itu kubagikan di Facebook. Entah ada yang mampir atau tidak aku tak peduli. Aku hanya ingin berbagi.

Kukira tak ada yang sudi mampir dan sejenak membaca tulisanku, ternyata selalu ada yang berkunjung setiap hari dan memberi komentar pada tulisan itu. Ada yang lewat komentar langsung di blog, ada yang komentar di link facebook, inbox facebook atau sms. Alhamdulillah. Respon yang luar biasa bagi saya. Jika komentar itu bernada pujian, jujur saya sebagai penulis kadang-kadang malu-malu kucing haha. Karena kadang pujian itu terlalu berlebihan. Tulisanku tidak sehebat itu.

Suatu hari ada yang berkomentar begini pada saya "Rizza, hati-hati dengan tulisan di blogmu" Saya jawab "Kenapa?" Membaca balasannya sungguh membuat saya terhenyak "Kamu bisa membuat banyak lelaki merasa tak biasa" Sungguh saya tidak mengerti maksudnya, "Maksud kamu apa?" sejurus kemudian dia membalas begini "Kamu terlalu berlebihan menuliskan itu semua"

Saya semakin tak paham, lalu teman saya itu menjelaskan panjang lebar. Jika aku sering seperti itu. Bukan tidak mungkin akan banyak lelaki yang mengunjungi blogku lalu berpikir macam-macam padaku. Akan  ada banyak lelaki yang rutin mengunjungi blogku. Melihat, membaca, bahkan menikmati kisahku. Akan ada yang tak biasa di hati mereka tentangmu. Aku terdiam. Tak kubalas. Aku jarang tidak membalas pesan, tapi kali ini aku benar-benar butuh waktu untuk membalas. Waktu merenung, berpikir. Bemarkah begitu?

Adakah yang salah dari kecintaanku pada dunia menulis? Adakah yang salah dari tindakanku membagikan link blog ke facebook? Adakah yang salah dengan tulisan-tulisanku? Aku hanya ingin menulis. Bagiku menulis adalah kebahagiaan dan ketika tulisanku dibaca banyak orang, itu adalah suatu kehormatan. Mereka yang membaca tulisanku, berarti telah menyisihkan waktunya untuk menekuri untaian kata-kataku. Kuucapkan terima kasih banyak untuk semua itu. Terima kasih!

Kenapa aku membagikannya di facebook? Karena aku ingin lebih banyak orang yang membaca. Aku ingin lebih banyak orang membaca 'seuatu' yang ingin kuungkapkan. Paling tidak jika mereka tak ingin menekan link blogku, mereka melihat kesungguhanku untuk istiqomah menulis. Itu saja. Tak lebih! Aku tak punya banyak rupiah untuk berbagi lewat sedekah. Aku tak mungkin bertemu banyak orang dalam satu waktu untuk tersenyum dan bercerita. Lewat tulisan di blog ini, aku hanya ingin berbagi. Berharap semoga Allah mencatatnya sebagai bagian dari sedekahku.

Jika nyatanya ada yang 'hobi' berkunjung atau stalking di ZONARIZZA, aku tentu sangat berterima kasih pada pengunjung tersebut. Kalau ada yang merasa sakit hati setelah membaca tulisanku, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Sejauh ini tulisan di blog ini berkisah tentang hari-hariku  atau isu-isu yang marak terjadi. Tak pernah sekalipun menyudutkan seseorang. Maaf.

Jika ada yang lelaki yang merasa 'tak biasa' setelah sering membaca blogku seperti katanya. Aku hanya membatin Mungkinkah? Mungkinkah ada? Aku rasa itu terlalu berlebihan. Lagipula, tulisan-tulisanku tak pernah ada niat untuk menggonbal pada lelaki, tak ada niat menggoda sama sekali. Aku cukup berhati-hati memilih kata-kata dan aku menulis apa adanya yang ingin kutulis. Aku hanya tak ingin geer dengan semua pujian, karena aku tahu aku tak sehebat itu. Kalaupun ada yang merasa 'tak biasa' apakah itu salahku?

Sungguh tak ada niat sedikitpun dariku untuk membuat 'hati tak biasa' Aku malah berpikir jangan-jangan ungkapan dia itu terlalu mengada-ada. Mana mungkin ada, hati tak biasa hanya dari kata-kata? Tak pernah terucap hanya tertulis dan itu sangat biasa. Ah... Kalaupun memang benar ada. Aku hanya bisa mengucap terima kasih telah rajin berkunjung di blog ini dan membaca tulisan yang ada.

Inilah yang aku sesalkan, kenapa hati manusia itu begitu rapuh. Oh tidak! Aku tidak menghujat pencipta hati. Aku hanya menyesalkan pemlik hati. Termasuk aku sendiri. Kenapa hati ini rapuh sekali? Sekali lagi aku hanya ingin menulis, aku hanya ingin berbagi, Jika aku terus memikirkan hal begini. Mungkin aku akan berhenti dan mungkin saja dari dulu aku tak akan pernah memulai. Aku sangat mencintai dunia menulis. Siapa yang ingin berhenti dari hal yang dicintainya? Kuambil handphoneku dan kuketik balasan padanya. Terima kasih atas sarannya,Maaf, aku mencintainya, aku hanya menulis, aku hanya berbagi. Semoga aku bisa berhati-hati. Maaf.

RIZZA NASIR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar